04/Feb/2010
26/Jan/2010
FKUI - RSCM Bersama YAPMEDI
“Gelar Ilmu Tebar Manfaat untuk Hidup Sehat“
Woment's Health Expo 2010
05-06 Februari 2010
Puri Agung, SAHID JAYA HOTEL
Jam 09.00 – 17.30
HTM Rp. 10.000,-
Acara :
Talkshow & Seminar Awam
(Gratis)
Workshop (HTM Rp. 100.000,-)
Senam Aerobik (Sabtu, 06 Feb 2010 jam 6 - 8)
Pameran Produk Kesehatan & Kecantikan
Deteksi Kanker Leher Rahim Gratis … !!
(Tempat terbatas – segera DAFTAR)
Vaksin HPV Rp. 600.000,-/1x suntik
Info lebih lanjut:
YAPMEDI : 021-3901564, 0213908185
Cp: dr. Sari, dr Gita, Ibu Ani
Info lebih lanjut di website FKUI
dan di website Universitas Indonesia
14/Feb/2009 PENYAKIT KANKER Sekarang Berobat Kanker Tidak Perlu Ke Luar Negeri !
Ancaman kanker semakin meningkat !
Hal ini telah diinformasikan oleh Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia (UICC) maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa akan terjadi peningkatan angka kejadian kanker didunia sebanyak 300 % pada tahun 2030, khususnya 70% terjadi di Developing Countries termasuk Indonesia. Maka kenaikan akan menjadi berkisar 500% di Developing Countries termasuk Indonesia. Hal ini terjadi seiring dengan berubahnya pola hidup masyarakat, tanpa peningkatan kewaspadaan akan ancaman dibalik perubahan pola hidup tersebut.
Kanker terbanyak di Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim dan kanker payudara dan nasofaring.
Modalitas terapi (pengobatan) kanker terdiri atas 3 jenis, yaitu pembedahan, kemoterapi dan radiasi (radioterapi), di mana pada umumnya ketiganya diberikan secara berurutan maupun bersamaan tergantung pada kondisi penyakit pasien, walaupun pada keadaan yang sangat terbatas modalitas ini baik operasi maupun kemoterapi maupun radioterapi dapat diberikan sebagai pengobatan tunggal.
Data dari Departemen kesehatan mengatakan bahwa saat ini terdapat 1 penderita kanker di Indonesia diantara 1000 penduduk, maka diestimasikan terdapat 200.000 pasien baru kasus kanker per tahun, di mana sebanyak 60- 70 % dari jumlah tersebut memerlukan terapi radiasi.
Bagi masyarakat awam, pembedahan dan kemoterapi sudah sering terdengar, namun untuk terapi radiasi masih belum terlalu dikenal, bahkan seringkali menakutkan, hal ini bisa disebabkan karena masih terbatasnya fasilitas pelayanan radioterapi di Indonesia dan kurangnya informasi yang benar yang diterima oleh masyarakat.
RSCM berusaha untuk memberikan pelayanan dengan standar Internasional bagi seluruh pasien yang berkunjung untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Standar International disini bukan berarti hanya fisik bangunan dan peralatan semata, namun yang terpenting adalah kwalitas pelayanan kesehatan yang diberikan baik oleh tenaga medis, paramedik maupun tenaga administrasi. Sebagai bagian dari rumah sakit umum pusat rujukan nasional, yang saat ini sedang menata diri dengan berbagai pembangunan fisik, peningkatan kwalitas dan kwantitas peralatan maupun perbaikan kwalitas dan kwantitas SDM serta pengembangan berbagai pelayanan baru nya untuk menjadi ‘world class hospital’, saat ini Departemen Radioterapi RSCM sesuai dengan visinya 'Improving Cancer Patient's Quality of Life In Indonesia', terus melakukan pengembangan pelayanan terhadap masyarakat, baik secara kualitas maupun kuantitas, dengan bench marking negara tetangga yang terkemuka.
Sehingga sebagai senter pertama dalam pelayanan Radioterapi di Indonesia, saat ini pun Departemen Radioterapi telah dapat mewujudkan harapan masyarakat dari semua lapisan untuk mendapatkan pelayanan termutakhir setara dengan pelayanan di negara tetangga terkemuka baik dari aspek teknologi terapi radiasi maupun kwalitas pelayanan, di antaranya adalah dengan mewujudkan pelayanan :
STEREOTACTIC RADIOTHERAPY (SRT) dan STEREOTACTIC RADIOSURGERY (SRS).
SRT dan SRS, pertama di Indonesia, merupakan upaya terapi radiasi dengan presisi lokalisasi yang sangat tinggi dengan alat imobilisasi khusus dengan tujuan untuk menghancurkan sel-sel tumor di dalam tubuh, tanpa merusak jaringan sehat disekitarnya.
Teknik ini dapat digunakan untuk kelainan di otak maupun di luar otak, misalnya pada tumor paru, prostat, hati dan lain sebagainya.
Prinsip SRT dan SRS adalah menghasilkan pola dosis yang sangat tinggi pada satu titik fokus (jaringan kanker) dengan mengarahkan banyak berkas radiasi dari berbagai sudut dan arah, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Dengan tindakan SRS juga dapat melakukan pengobatan bukan hanya pada kasus tumor, akan tetapi juga kelainan pembuluh darah di otak, misalnya AVM (arteriovenous malformation).
Hal ini kami lakukan dengan kerjasama bersama Departemen Bedah Saraf. Bahkan perkembangan pelayanan selanjutnya, Departemen Bedah Saraf dapat menghadirkan pelayanan STEREOTACTIC SURGERY yang mencakup STEREOTACTIC BIOPSY, STEREOTACTIC ABLATION and STIMULATION, yang merupakan terapi bagi berbagai kelainan di otak dengan teknologi stereotaktik sehingga dimungkinkan melakukan prinsip MINIMALLY-INVASIVE SURGERY. Tindakan diagnostik dan terapeutik ini dilakukan pada tumor otak maupun kasus NON TUMOR seperti pada penyakit PARKINSON, perdarahan otak (stroke), AVM dan abses otak.
INTENSITY MODULATED RADIOTHERAPY
Merupakan teknologi termutakhir dalam terapi radiasi yang mampu menghadapi heterogenitas dari target radiasi, yang memerlukan pemberian dosis berbeda dlam satu waktu terapi, termasuk menghindarkan pula organ normal – sehat disekitar target sehingga tidak terkena dampak dari radiasi.
4D ADAPTIVE IMAGE GUIDED RADIATION THERAPY (4D ADAPTIVE IGRT)
Berbagai teknologi diatas masih dapat ditingkatkan keakuratannya untuk menghadapi pergerakan target sesuai pergerakan organ tubuh, dengan teknik terapi radiasi lainnya yang dikenal dengan 4D ADAPTIVE IMAGE GUIDED RADIATION THERAPY (4D ADAPTIVE IGRT), di mana dilakukan pemantauan gerakan organ (internal organ movement) pada organ target saat dilakukan terapi penyinaran, misalnya pergerakan paru mengikuti proses pernafasan saat penyinaran pasien tumor paru berlangsung.
Dari aspek quality assurance, Departemen Radioterapi RSCM merupakan satu dari 8 pusat radioterapi di Asia yang telah diaudit oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai organisasi dunia yang mengawasi penggunaan tenaga nuklir termasuk dalam kesehatan, di samping pula pengawasan yang dilakukan oleh institusi nasional Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
Teknologi – teknologi diatas merupakan teknologi pertama yang dilakukan di Indonesia, dan merupakan perwujudan dari tujuan dari keberadaan Departemen Radioterapi RSCM untuk memberikan pelayanan radioterapi berteknologi tinggi (high-tech service) bagi seluruh lapisan masyarakat, sebagai Pusat Rujukan Nasional pelayanan Radioterapi di Indonesia dan menyelenggarakan pelayanan tertier dalam terapi radiasi. di samping mewujudkan komitmen RSCM untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas.
Sebagai antisipasi menghadapi era globalisasi, selain menghadirkan peralatan terkini, pasien dari kalangan mampu saat ini tidak perlu lagi pergi berobat ke luar negeri dengan adanya pelayanan RED CARPET SERVICES (RCS) yang diharapkan menjadi daya tarik bagi pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke atas sehingga tidak harus berobat ke luar negeri, sekaligus menjadi sumber dana untuk melakukan subsidi silang dalam melayani pasien kanker tidak mampu melalui program peduli kasih radioterapi. Berbagai upaya sosialisasi lainnya juga kami hadirkan bagi pasien tidak mampu.
Semua ini kami hadirkan karena PASIEN merupakan fokus pelayanan ......... disamping juga memenuhi kebutuhan nasional sebagai satu-satunya pusat pendidikan dan pelatihan bagi tenaga dokter spesialis Onkologi Radiasi di Indonesia, lahan pendidikan bagi semua personel terkait dalam pelayanan radiasi (fisika medik, radiografer radioterapi), juga sebagai pusat binaan bagi senter lain di Indonesia dalam usaha melakukan lonjakan teknologi maupun senter radioterapi baru di Indonesia.
Dalam upaya berbagi informasi tentang pengembangan pelayanan terkini yang ada di Departemen Radioterapi RSCM, kami mengundang rekan-rekan media cetak dan elektronik untuk hadir dalam Ekpo RSCM peduli kesehatan masyarakat yang diadakan pada :
Hari/tanggal : Selasa, 17 s/d 19 Pebruari 2009
W a k t u : Pukul 09.30 WIB
T e m p a t : AREA PARKIR
Antara departemen Rehabilitasi Medik dan Departemen anak Jln. Diponegoro 71, Jakarta
|