Rujukan Nasional | 13 Maret 2017 11:46

Tomotherapy

Kami memberikan pelayanan radiasi dengan mengutamakan aspek kualitas dan keamanan, serta dengan pendekatan holistik bagi semua pasien sesuai dengan visi departemen RadioterapiProviding New Hope through Infinite Cancer Care Experience.

PERTAMA dan SATU-SATUNYA di Indonesia, pelayanan menggunakan pesawat TOMOTERAPI yang merupakan teknologi terbaru dan tercanggih dalam bidang radioterapi. Dengan mengkombinasikan akurasi dari CT Scan dan keunggulan teknik IMRT yang terdapat dalam satu pesawat, sehingga pesawat TOMOTERAPI mampu memberikan terapi radiasi yang lebih cepat, lebih akurat, dapat memberikan eskalasi dosis pada jaringan target, mengurangi efek samping pada jaringan sehat, sehingga sangat cocok digunakan pada kasus kanker dengan target radiasi yang komplek.

Produk Layanan unggulan Tomotherapy yaitu :

Produk Layanan unggulan Tomotherapy yang sampai saat ini di Indonesia hanya dilakukan di Departemen Radioterapi RSCM yaitu :

1. Hippocampal Sparing Whole Brain Radiotherapy

Salah satu efek samping dari Whole Brain Radiotherapy adalah gangguan neurokognitif yang akan mempengaruhi kualitas hidup dari penderita. Beberapa bukti klinis dan pre klinis menunjukkan bahwa kompartemen neural stem cell pada hipokampus berperan sangat penting dalam patogenesis gangguan neurokognitif paska radiasi Whole Brain.

Dengan TOMOTHERAPY, perencanaan radiasi dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi dosis pada daerah hipokampus. Radiasi yang diberikan teknik IMRT, ditunjang dengan kemampuan Helical dari TOMOTHERAPY serta akurasi menggunakan fitur CT Scan membuat daerah hipokampus dapat “diselamatkan´sehingga kejadian gangguan neurokognitif pada pasien dapat diturunkan tanpa mengurangi efektivitas terapi radiasi yang diberikan.

Pada gambar diatas, dapat dilihat daerah hipokampus mendapat dosis radiasi yang lebih rendah dari daerah otak lainnya.

2. Radioterapi Pada Kasus Keganasan daerah KEPALA - LEHER

Keganasan daerah Kepala – Leher merupakan salah satu keganasan tersering dalam kasus kanker di Indonesia dengan hasil tata laksana yang kurang terlalu baik terutama untuk kasus keganasan kepala leher stadium lanjut. Angka kekambuhan masih sering ditemukan, meskipun dengan pengobatan yang multi modalitas.

Radioterapi pada daerah Kepala – Leher merupakan hal yang sangat membutuhkan KETELITIAN serta AKURASI yang tinggi, mengingat pada daerah Kepala-Leher banyak terdapat organ-organ yang bersifat Radiosensitif (seperti kelenjar parotis, kelenjar submandibular, laring, dan strukur-struktur yang sangat berperan pada proses menelan). Oleh karena itu, terapi radiasi dengan teknik yang CANGGIH dan AKURAT akan sangat membantu pasien keganasaan Kepala – Leher.

Dengan TOMOTHERAPY dimungkinkan pemberian eskalasi dosis yang tinggi pada daerah tumor dan dosis radiasi yang lebih rendah pada organ-organ normal disekitar. Hal ini dapat meningkatkan kontrol loko-regional tumor dan juga tidak mengurangi kualitas hidup penderita.

Pada gambar diatas dapat dilihat contoh perencanaan radiasi di pesawat TOMOTHERAPY yang menunjukkan sebaran dosis radiasi yang cukup rendah pada organ normal tapi tetap memungkinkan dosis tinggi pada daerah tumor.

3.  Radiasi Kranio-Spinal

Radiasi Kranio-Spinal bertujuan untuk memberikan radiasi yang homogen pada seluruh neuroaksis, yang sering digunakan pada terapi keganasan daerah neuroksis atau untuk kepentingan profilaksis. Teknik radiasi Kranio-Spinal mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam radioterapi, dikarenakan luas dan kompleksnya area yang diberikan radiasi namun dalam saat yang bersamaan harus menghindarkan organ-organ normal.

Salah satu kesulitan yang sering ditemui pada teknik radiasi Kranio-Spinal adalah adanya junction antara lapangan kranial dan lapangan spinal. Pada daerah tersebut, dosis radiasi bisa ditemukan kurang (cold spot) atau berlebihan (hot spot), yang berimplikasi kurang baik dalam terapi. Kelebihan dari TOMOTHERAPY adalah mampu meningkatkan homogenitas dosis radiasi pada daerah tersebut, selain mempercepat waktu terapi dengan tetap menjaga dosis radiasi pada daerah normal tetap serendah mungkin.