Layanan Unggulan | 16 Juni 2017 08:04

Implant Cochlea

Bedah mikro telinga Implant Cochlea

Implantasi Koklea

Implan koklea adalah alat bantu dengar yang ditanam dibawah kulit kepala melalui tindakan operasi. Alat ini diperlukan untuk pasien dewasa dan anak dengan tuli sensorineural derajat berat hingga sangat berat pada kedua telinga dan sudah tidak dapat menggunakan alat bantu dengar konvensional. 

Implantasi koklea dapat digunakan pada kasus-kasus gangguan pendengaran sebagai berikut :

  1.    Pasien dengan gangguan pendengaran satu sisi (single sided deafness). 

  2.    Pasien penderita tuli mendadak yang tidak dapat lagi dilakukan terapi konservatif

3.     Pasien presbiakusis pada orang tua yang tidak mendapat manfaat dengan alat bantu dengar konvensional. 

4.     Pasien yang menderita tuli sensorineural (saraf) akibat penyakit-penyakit lain maupun trauma.

Alat implan koklea terdiri dari atas 2 komponen yaitu komponen luar dan komponen dalam. Komponen luar disebut sound processor berfungsi mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik dan selanjutnya sinyal tersebut akan ditransduksikan ke komponen dalam yang tertanam di bawah kulit. Komponen dalam akan memproses sinyal tersebut dan hasilnya akan dihantarkan melalui elektrode yang ditanam di dalam koklea untuk menstimulasi saraf pendengaran. 

 

 

Manfaat Implantasi Koklea
Implantasi koklea memiliki berbagai manfaat, yaitu:

  • Dapat meningkatkan kualitas hidup pasien
  • Memperbaiki fungsi pendengaran pasien
  • Meningkatkan kemampuan berbicara pasien
  • Membantu pasien mendengar dengan lebih baik dalam suasana bising dan keramaian

Kandidat Implantasi Koklea

Implantasi koklea dapat diaplikasikan pada semua kelompok usia, mulai dari anak usia 12 bulan hingga orang dewasa. Namun untuk menjadi kandidat implantasi koklea, harus dapat memenuhi kategori di bawah ini:

  • Anak usia 6 bulan hingga 17 tahun, yang mengalami tuli saraf derajat berat hingga sangat berat pada satu atau kedua sisi telinga.
  • Orang dewasa yang mengalami tuli saraf derajat berat hingga sangat berat pada satu atau kedua sisi telinga, tetapi sebelumnya mereka sudah pernah mengenal suara atau bahasa.
  • Pasien yang tidak mendapatkan manfaat dari pemakaian alat bantu dengar konvensional
  • Tidak ada kontra indikasi medis
  • Memiliki dukungan keluarga yang baik untuk menjalani terapi AVT dan mapping pasca implantasi koklea

Prosedur Persiapan Operasi Implantasi Koklea
Layanan implantasi koklea melibatkan multidisplin ilmu kedokteran yaitu spesialis THT, psikolog/psikiatri anak, tumbuh kembang anak dan neurologi anak. Tahapan implantasi koklea dimulai dari kandidasi hingga habilitasi atau rehabilitasi. 
Proses kandidasi ini bertujuan menentukan apakah pasien secara medis memenuhi syarat untuk mendapatkan alat bantu dengar implan koklea. Pasien akan menjalani sejumlah pemeriksaan utama seperti evaluasi fungsi pendengaran dengan Otoacoustic Emission (OAE), Brain Evoked Response Audiometry (BERA), dan Auditory Steady State Response (ASSR). Kondisi telinga tengah dan telinga dalam dievaluasi dengan pemeriksaan tomografi komputer (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) tanpa kontras dengan resolusi tinggi. Pasien menjalani hearing aids trial (sekitar 3-6 bulan) dan evaluasi free field test (FFT) aided untuk menilai manfaat alat bantu dengar. 
Setelah pasien ditentukan sebagai kandidat, maka tahapan selanjutnya adalah persiapan operasi. Pasien dikonsulkan ke spesialis anak, untuk dilakukan pemeriksaan secara lengkap, meliputi darah lengkap, rontgen thorax dan evaluasi kondisi kesehatan pasien. 
Pasien dilakukan imunisasi secara lengkap meliputi imunisasi pneumococcus, influeza dan lima imunisasi dasar (polio, BCG, DPT, hepatitis dan campak). 
Sebelum pelaksanaan operasi akan dilakukan evaluasi harapan orang tua dengan kuisioner dan dilakukan pertemuan/meeting yang akan dihadiri oleh para dokter spesialis multidisiplin ilmu, orangtua dan penyedia alat implan. 

 

Prosedur Operasi Implantasi Koklea


 

Operasi implantasi koklea dilakukan dalam pembiusan umum. Pada implantasi satu sisi telinga (unilateral), tindakan operasi dilakukan kurang lebih selama 2 jam, sedangkan pada implantasi dua sisi telinga (bilateral) dilakukan secara simultan dengan durasi operasi hingga 4 jam. 

Luka operasi pada implantasi koklea cukup kecil, berkisar 3-4 cm terletak di belakang daun telinga dan tidak diperlukan pengangkatan jahitan. Elektrode implan secara rutin dimasukkan dengan teknik tingkap bundar (round window approach) untuk meminimalkan trauma koklea. 
Pendekatan kokleostomi (cochleostomy) hanya dilakukan pada kasus tertentu. Pasca operasi, pasien dirawat selama satu hari di ruang perawatan biasa dan esok hari pasien dapat  dipulangkan dengan diberikan pengobatan oral dan disarankan kontrol kembali ke Poli THT satu minggu pasca operasi. Pengaktifan alat implan dilakukan pada minggu ke-2 hingga ke-3 setelah operasi. Selanjutnya pasien secara rutin akan menjalani habilitasi atau rehabilitasi melalui AVT (Auditory Verbal Therapy) dan mapping secara berkala sesuai jadwal yang diberikan hingga tercapai kemampuan mendengar dan bicara. 

Keberhasilan Implantasi Koklea

Hasil dari operasi implantasi koklea dapat bervariasi pada setiap individu. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan yaitu usia kandidat, waktu ketika kandidat dinyatakan menderita gangguan pendengran hingga dilakukan implantasi koklea, dan ada atau tidaknya kelainan anatomi pada organ otak/telinga. Keberhasilan akhir implantasi koklea sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi AVT (Auditory Verbal Therapy) dan mapping. Dukungan keluarga sangat berperan penting pada proses pasca implantasi koklea. 

 



 

Share :         

Copyrights 2017 All Rights Reserved by RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.