Layanan Unggulan | 6 Desember 2021 09:46

Sel Punca (STEM CELL)

Saat ini terapi stem cell atau sel punca sedang marak dimana-mana. Sebagian besar masyarakat menganggap sel punca ini sebagai ‘obat segala jenis penyakit’, padahal pengobatan sel punca di Indonesia hingga saat ini masih dalam ranah penelitian berbasis pelayanan terapi. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai rumah sakit penyelenggara penelitian berbasis pelayanan terapi sel punca dan/atau sel berdasarkan SK Menteri Kesehatan nomor HK.02.02/I/0197/2020. Untuk menjalankan dan mendukung tugas tersebut Sejak tahun 2010 telah dibentuk Instalasi Pelayanan Terpadu (IPT) Teknologi Kedokteran Sel Punca (Stem Cell) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan PT. Kimia Farma, Tbk.

Instalasi Pelayanan Terpadu (IPT) Teknologi Kedokteran Sel Punca (Stem Cell) merupakan Unit Kerja non-struktural di dalam organisasi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo yang berperan sebagai penyelenggara kegiatan pelayanan dan penelitian berbasis pelayanan terapi teknologi sel punca. Sebelumnya IPT Teknologi Kedokteran Sel Punca (Stem Cell) bernama Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengembangan Teknologi Kedokteran Sel Punca, memiliki fungsi melakukan pengelolaan produksi dan pelayanan sebagai bentuk pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan teknologi kedokteran sel punca, serta pengelolaan kegiatan administrasi, umum dan operasional.

Pada periode tahun 2010 hingga 2020, IPT Teknologi Teknologi Sel Punca (Stem Cell) telah melakukan kegiatan pengembangan laboratorium kultur dan ekspansi sel punca mesenkimal, kegiatan penelitian klinis sel punca di Rumah Sakit, pendidikan/training hingga penelitian dasar bekerja sama dengan Klaster Stem Cell and Tissue Engineering IMERI FKUI. Rekam jejak pengembangan teknologi kedokteran sel punca yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang diakui oleh pemegang kebijakan, masyarakat Indonesia hingga dunia Internasional. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya ijin produksi sel punca mesenkimal dari BPOM pada tanggal 13 Desember 2019 (SK Kepala BPOM nomor. B-PW.01.03.1.33.12.19.5180) dan ijin operasional laboratorium pengolahan sel punca untuk aplikasi klinis pada tanggal 14 Mei 2020 (SK Menkes nomor HK.02.02/I/1373/2020). Hasil penelitian berbasis pelayanan sel punca (stem cell) yang dilakukan oleh tim sel punca RSCM-FKUI juga telah banyak dipublikasikan dalam jurnal international bereputasi terindeks Scopus dan Pubmed.

Instalasi Pelayanan Terpadu Teknologi Kedokteran Sel Punca (Stemcell) dipimpin oleh seorang Kepala lnstalasi dan dibantu dengan 2 Kepala Subinstalasi (Ka. Subinstalasi Produksi dan Pelayanan dan Ka. Subinstalasi Administrasi, Umum dan Operasional).

  • Kepala Instalasi: Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, SpOT(K)
  • Kepala Subinstalasi Produksi dan Pelayanan: Dr. dr. Cosphiasi Irawan, SpPD-KHOM
  • Kepala Subinstalasi Administrasi, Umum dan Operasional: Tri Kurniawati, SSi
  • Penanggung Jawab Produksi: dr. Isabella Kurnia Liem, M.Biomed, PhD, PA
  • Penanggung Jawab Pengawasan Mutu: Prof. dr. Jeanne Adiwinata Pawitan. MS, PhD
  • Penanggung Jawab Pemastian Mutu: Ines Soepinarko, Apt, MARS
  • Staf Administrasi: Ulfah Fitria, SKM
  • Staf Produksi: Fajar Mujadid, SSi, M.Biomed; Tera Dria Kispa, SSi
  • Staf Pengawasan Mutu: Muthia Rizkita, SSi; Ria Anggraeni, SSi
  • Staf Pemastian Mutu: Novialdi, Apt
  • Staf Pemelihara Sarana dan Prasarana: Umar Supriadi

Sebagai bentuk tanggung jawab atas penetapan dan pengakuan yang telah diperoleh, pada tanggal 17 Juni 2021, Stem Cell and Metabolites Clinic (SCMC) diresmikan secara langsung oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan dan mulai beroperasi di lantai 2 RSCM Kencana. SCMC mengembangkan konsep “One Stop Service” dalam pelayanan prosesing, produksi hingga terapi sel punca di satu tempat sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh informasi serta pelayanan yang efektif dan efisien dari segi waktu dan pembiayaan.

Di RSCM hingga saat ini telah dilakukan terapi sel punca pada lebih dari 700 pasien dengan berbagai kasus, antara lain: patah tulang gagal sambung; defek tulang panjang; defek tulang belakang; kelumpuhan akibat cedera saraf tulang belakang; osteoarthritis lutut; lesi osteokondral; degenerasi diskus tulang belakang; spondiloarthrosis; osteoporosis; stroke, gagal ginjal terminal pada anak, diabetes melitus tipe 2; luka bakar dalam dan luas; kebutaan karena glaukoma; disfungsi ereksi; brachial plexus injury; multiple system athropy (MSA); kebotakan (alopecia); penuaan kulit (skin aging) hingga pneumonia Covid-19 derajat berat dan kritis yang melibatkan lebih dari 40 dokter subspesialistik dari berbagai keilmuan.

Hasil yang diperoleh untuk masing-masing kasus menunjukkan terjadi perbaikan klinis, radiologis, laboratorium dan/atau modalitas pemeriksaan-pemeriksaan lain pada pasien. Sebagai contoh pada pasien osteoarthritis lutut yang disuntikan sel punca mesenkimal menunjukkan perbaikan luaran klinis dan radiologis yang signifikan pada bulan ke 6 pasca penyuntikan. Contoh lain pada pasien pneumonia Covid-19 derajat kritis yang mendapatkan terapi sel punca mesenkimal memiliki tingkat keberlangsungan hidup (survival rate) 2,5 kali lebih tinggi dari yang tidak mendapatkan terapi sel punca mesenkimal, survival rate ini meningkat menjadi 4,5 kali pada pasien Covid-19 kritis dengan komorbid.

 

 

 

Sel Punca : 085100539917 (Whatsapp Only)

WA Center RSCM Kencana : 082112577929 ( Whatsapp Only)

Call Center RSCM 1500135 

Share :         

Copyrights 2017 All Rights Reserved by RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.