Layanan Unggulan | 21 Juni 2017 14:46

RSCM Kirana

 

Kelompok Staf Medis Kesehatan Mata (RSCM KIRANA)

Kelompok Staf Medis Kesehatan Mata atau RSCM KIRANA merupakan salah satu departemen yang ada di FKUI-RSCM yang menangani permasalahan kesehatan mata dan merupakan institusi penyedia jasa pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan mata.

RSCM KIRANA sebagai pusat pelayanan, pendidikan dan penelitian spesialistik Ofthalmologi yang berskala internasional dan dalam pelaksanaannya menerapkan prinsip Good Governance, dengan system tata kelola organisasi modern
yang efektif dan efisien. RSCM KIRANA dirancang untuk dapat menjadi suatu Center of Excellence (CoE) yang didalamnya terdapat:

Pelayanan Klinis mutakhir untuk seluruh tingkat masyarakat disertai dengan pelayanan dokter spesialis mata.

  1. Pendidikan dan pelatihan
  2. Riset klinis dasar dan komprehensif
  3. Rehabilitasi dan optimalisasi penglihatan
  4. Pengembangan produk
  5. Pengembangan kebijakan komunitas
  6. Pelayanan swasta sebagai upaya subsidi silang

Dengan desain tersebut Mata FKUI-RSCM diharapkan dapat mencapai visinya untuk menjadi pusat oftalmologi terbaik di Indonesia pada tahun 2015 dan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2016. Hal ini didukung dengan
misi Kelompok Staf medis Kesehatan Mata-FKUI-RSCM untuk :

  1. Menyelenggarakan pelayanan mata bermutu tinggi dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, baik pasien tidak mampu maupun pasien mampu.
  2. Memberikan pendidikan oftalmologi bermutu internasional.
  3. Menyelanggarakan penelitian yang mampu memberikan kontribusi pada pemecahan masalah oftalmologi di tingkat nasional dan internasional.

Pelayanan rawat jalan : Poliklinik mata

Terdiri dari :

Poliklinik anugerah

Mempunyai arti; klinik tersebut disubsidi oleh pemerintah dan merupakan anugerah terhadap pasien tidak mampu, pelayanan rawat jalan di poliklinik Anugerah dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat. Setiap hari pasien sebanyak
200-350 orang. Rawat jalan anugerah memiliki  10 ruang konsultasi, ruang diagnostik dan ruang tindakan. Ruang poliklinik memiliki peralatan standard yang sama untuk bisa melayani seluruh jenis penyakit mata. Residen mata Tk. IV 
menangani poliklinik umum. Residen mata Tk. II dan III berada di poliklinik divisi melayani pasien dibawah supervisi dokter spesialis mata. Alat diagnostik yang tersedia biometri, perimetri humphrey, imaging retina, foto fundus
dan laser retina serta glaukoma. Poliklinik ini melayani pasien Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), KIS (kartu Indonesia Sehat), dan BPJS. informasi lebih lanjut silahkan hubungi (021) 31902883 ext 8104/ 8110
(pelayanan Hotline Senin-Jumat pkl 08.00-15.30)

 

 

Poliklinik citra

Mempunyai arti meningkatkan image RSCM yang merupakan rumah sakit rujukan nasional dengan fasilitas prima dengan SDM yang kompeten. Poliklinik Citra memberikan pelayanan eksekutif dengan biaya administrasi yang bersaing dengan
rumah sakit swasta. Poliklinik Citra berada di lantai 5 RSCM KIRANA, pelayanan buka dari hari senin sampai sabtu, pendaftaran dari jam 08.00. Poliklinik citra di layani oleh dokter spesialis /subspesialis mata.
Terdapat 4 poliklinik dengan 1 layanan lasik terbaru. Alat diagnostik tersedia menggunakan alat diagnostik canggih, dengan fasilitas unggulan kelainan refraksi (lasik, topografie kornea), katarak (IOL master),
glaukoma (perimetri humphrey) dan retina (Imaging retina, foto fundus), untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi (021) 31902885 ext 8104/ 08110. Whatsapp Center 081317285930 (pelayanan Hotline dan Whatsapp Center
Senin-Jumat pkl 08.00-15.30)

 

Pelayanan kamar bedah

  • Terdapat 5 kamar bedah dengan 6 tempat tindakan bedah dengan dilengkapi dengan peralatan/ sistem monitor yang lengkap. 
  • Kamar bedah memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan. Kamar bedah memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat dengan mengutamakan keselamatan pasien.
  • Alat medis: 4 mikroskop operasi mata, 3 mesin fakoemulsifikasi, 2 mesin retina serta retcam dan endolaser retina
  • Unggulan bedah adalah bedah katarak, retina, glaukoma
  • Kamar bedah melayani pasien Jamkesmas, KJS, GAKIN, Askes sosial dan  layanan umum dengan biaya rendah.
  • Pasien eksekutif juga melakukan operasi dikamar bedah RSCM Kirana dengan akomodasi yang berbeda.

 

Pelayanan Rawat Inap

Terdapat 12 tempat tidur dengan 2 ruangan kelas 3,

1 tempat tidur isolasi,

1 tempat tidur anak kelas 2,

2 tempat tidur kelas 2,

1 kamar VIP,

1 kamar VVIP,

1 tempat tidur ODC (One Day Care).

 


PELAYANAN UNGGULAN RSCM KIRANA


GLAUKOMA
Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia dan dunia setelah katarak. Data WHO tahun 2010 menyebutkan bahwa terdapat 39 juta orang yang mengalami kebutaan di dunia, dan glaukoma menyumbang sebanyak 3,2 juta orang.
Namun kebutaan yang disebabkan glaukoma akan bersifat permanen (tidak dapat disembuhkan). Kebutaan karena katarak akan membaik setelah menjalani operasi pengangkatan katarak, sedangkan glaukoma tidak. Oleh karena itu, sebelum
kebutaan terjadi, penyakit glaukoma harus diobati agar tidak semakin bertambah parah.
The American Academy of Ophthalmology (AAO) merekomendasikan pemeriksaan mata berkesinambungan untuk semua individu dimulai sejak usia 40 tahun, dan 3-5 tahun setelahnya jika tidak mengalami faktor resiko. Namun, jika memiliki
faktor resiko atau berusia diatas 60 tahun, pemeriksaan mata lengkap sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. Faktor-faktor resiko glaukoma tersebut antara lain: usia (diatas 40 tahun dan terus meningkat seiring bertambahnya
dekade), kondisi medis tertentu (diabetes, rabun jauh, pembedahan mata sebelumnya, penggunaan obat minum atau semprot kortikosteroid/antiradang dalam waktu lama, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
Mengingat tingginya ancaman kebutaan yang disebabkan glaukoma dan pentingnya deteksi dini kondisi tersebut, serta pemeriksaan berkala yang harus dilakukan, RSCM Kirana menyediakan fasilitas pemeriksaan diagnostik/screening untuk
mendeteksi adanya penyakit glaukoma. Selain pemeriksaan mata secara umum seperti tajam penglihatan dan pemeriksaan bagian depan mata dengan slitlamp, kita juga menyediakan beberapa fasilitas pemeriksaan tambahan yang lebih spesifik,
terutama untuk mendeteksi adanya: peningkatan tekanan bola mata, gangguan lapang pandang penglihatan, dan pemeriksaan saraf mata.
 

Layanan unggulan divisi glaukoma meliputi: 
Pemeriksaan diagnostik:

  • Non contact tonometer
  • Tonometer aplanasi
  • Tonopen
  • I-care
  • Tonometri perkins
  • Humphrey field analyzer
  • Octopus
  • Goldman perimeter
  • Optical coherence tomography (OCT)
  • Frequency doubling technology (FDT)

RSCM Kirana menyediakan fasilitas terapi bedah pada kondisi glaukoma yang sudah kurang berespon baik terhadap obat-obatan.Pembedahan glaukoma tersebut ditangani oleh staf subspesialis glaukoma yang ahli di bidangnya dengan
menggunakan teknologi terdepan.
 
Bedah glaukoma yang saat ini tersedia:

  • Pemasangan implant glaukoma (Ahmed, Baerveld)
  • Laser iridektomi
  • Iridoplasty
  • Filtering surgery (+MMC)
  • Transkleral photocoagulation
  • Cyclocryotherapy
  • Trabekulektomi

VITREORETINA
Retina adalah bagian belakang mata yang mengandung sel-sel saraf yang berfungsi sebagai penerjemah apa yang dilihat mata ke dalam otak. Sedangkan vitreous merupakan suatu gel transparan dan tidak berwarna yang mengisi ruang diantara
lensa mata dan retina. Fungsi kedua organ ini sangat vital pada mata, karena jika salah satu dan kedua bagian ini mengalami kelainan, bisa menimbulkan gangguan penglihatan yang berat, bahkan kebutaan.
Retinopati diabetik (RD) merupakan penyakit retina yang merupakan penyebab kebutaan utama pada penderita diabetes melitus. Survei kesehatan di Amerika Serikat pada tahun 2005-2008 yang melibatkan penyandang DM menunjukkan 28.5%
diantaranya didiagnosis RD dan 4.4% dengan RD yang terancam buta. Oleh karena itu, individu yang baru didiagnosis diabetes melitus penting untuk dilakukan pemeriksaan awal/screening pada matanya dan pemeriksaan berkala setiap tahun
untuk mendeteksi ada tidaknya RD ini.
Selain retinopati diabetika, penyakit retina lain yang dianggap sebagai penyebab tertinggi ke-3 kebutaan oleh WHO, yaitu 8.7%, adalah age-related macular degeneration (AMD). Penyakit ini umumnya muncul diatas usia 50 tahun
dan beresiko pada individu dengan faktor genetik (anggota keluarganya ada yang pernah mengalami), paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, individu dengan usia diatas
40 tahun, sebaiknya memeriksakan matanya secara lengkap dan berkala ke dokter mata, terlebih lagi jika mempunyai faktor-faktor resiko diatas.
Lebih jauh lagi, penyakit retina yang paling sering menyebabkan kegawatdaruratan pada mata adalah ablasio retina.Keadaan ini umumnya berkaitan dengan rabun jauh dan ukuran panjang bola mata (semakin panjang, semakin beresiko).
Kurang lebih 40-50% pasien ablasio retina mengalami rabun jauh/miopia. Selain itu terdapat faktor-faktor resiko lain, seperti: operasi pengangkatan katarak sebelumnya (30-40%), trauma mata secara langsung (10-20 %) dan penyakit lain,
seperti DM tahap lanjut. Oleh karena itu, individu dengan faktor resiko diatas, sebaiknya memeriksakan kedua matanya minimal sekali setiap tahun dan memakai pengaman/pelindung mata untuk aktivitas yang beresiko.
Karena vitalnya fungsi retina dan vitreous, banyaknya penyakit terkait yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga kebutaan, serta masih belum banyak institusi kesehatan mata yang menyediakan pelayanan khusus vitreoretina,
RSCM Kirana sebagai institusi pelayanan kesehatan mata yang terdepan menyediakan layanan unggulan vitreoretina. Layanan ini menyediakan fasilitas poliklinik untuk pemeriksaan diagnostik penyakit-penyakit retina, seperti: retinopati
diabetika, AMD, ablasio retina, dll. Selain itu, tersedia pula tindakan medis (laser dan injeksi intravitreal) dan pembedahan yang ditangani oleh staf subspesialis vitreoretina yang ahli di bidangnya.
 
Layanan unggulan divisi vitreoretina meliputi:
Klinik vitreoretina: pemeriksaan mata, khususnya vitreoretina
Pemeriksaan diagnostik:

  • Foto fundus
  • Fundus fluorescein angiography (FFA)
  • Optical coherence tomography (OCT)
  • Ultrasonografi (USG) segmen posterior

Tindakan medik vitreoretina:

  • Fotokoagulasi laser retina
  • Injeksi intravitral
  • Bedah vitreoretina:
  • •Retinal re-attachment surgery
  • •Vitrektomi pars plana, termasuk dengan teknologi small-gauge
  • •Laser endophotocoagulation
  • •Cryosurgery
  • •Pembedahan segmen posterior untuk trauma tembus mata, serta komplikasi pembedahan lain, seperti: endoftalmitis dan retained lens material.


KATARAK BEDAH REFRAKTIF
Katarak adalah pengeruhan lensa mata yang bisa membuat penglihatan kabur. Walaupun sebagian besar katarak berkaitan dengan proses penuaan, kadang-kadang anak-anak dapat dilahirkan dengan kondisi ini, atau katarak dapat muncul akibat
trauma pada mata, peradangan, dan penyakit-penyakit mata lain.
Berdasarkan survei WHO terkini, katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi di dunia, yaitu 51%, yang menggambarkan kurang lebih 20 juta penduduk dunia yang menderitanya. Dan semakin lama orang bertahan hidup di dunia, jumlah
penderita katarak akan semakin meningkat. Karena kebutaan akibat katarak dapat dicegah, maka tindakan pencegahan dianggap juga penting selain pengobatannya. Mengurangi merokok, mengontrol gula darah pada pasien diabetes, dan memelihara
indeks massa tubuh dalam kisaran normal, merupakan tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan sehari-hari. Selain itu, pembedahan atau operasi pengangkatan katarak merupakan pengobatan yang sangat sukses dalam memperbaiki penglihatan.
Penemuan teknik-teknik operasi katarak dengan resiko minimal juga sudah dikembangkan di institusi kesehatan mata di Indonesia, khususnya di RSCM Kirana.
Karena besarnya ancaman kebutaan akibat katarak, jumlah penderita katarak yang selalu meningkat setiap tahunnya, dan berkembangnya teknik-teknik operasi katarak dengan teknologi canggih, RSCM Kirana menyediakan layanan unggulan divisi
kornea, katarak, dan bedah refraktif. Layanan ini merupakan salah satu pelayanan dengan jumlah pasien terbanyak, sesuai dengan masalah penyakit mata di Indonesia. Beberapa alat yang dimiliki untuk menunjang pelayanan antara lain
biomikroskop lampu celah (slit lamp) dengan kamera video yang memudahkan pelayanan dan pendidikan, keratometer untuk mengukur kekuatan refraksi kornea, biometry A-Scan untuk mengukur kekuatan lensa tanam untuk implantasi, berbagai
jenis laser, dan lain-lain.

 

Pemeriksaan Diagnostik yang tersedia

  • Diagnostik dan persiapan operasi katarak, lengkap dengan biometri menggunakan ultrasound dan atau IOL master
  • Specular microscope menggunakan Konan NONCON ROBO
  • Diagnostic Refractive Surgery menggunakan:
    • Topolyzer
    • Analyzer
    • Oculyzer

Selain itu, pelayanan tindakan medis di divisi katarak, kornea dan bedah refraktif yang utama adalah operasi katarak.Operasi dilakukan dengan teknologi tercanggih, yaitu fakoemulsifikasi dengan luka sayatan yang kecil (2,20-mm) dengan
implantasi lensa tanam jenis lipat (foldable intraocular lens).Operasi tersebut hanya memakan waktu 15 menit dengan bius (anestesi) topikal tanpa suntikan.
Divisi ini juga melakukan tindakan operasi cangkok kornea (keratoplasty) serta implantasi kornea buatan (keratoprosthesis), untuk mengatasi kekeruhan pada kornea mata oleh berbagai sebab.Tindakan bedah refraktif yang dapat dilakukan
adalah; pada penderita minus tinggi dengan refractive lens exchange, mengatasi kelainan refraksi silinder dengan limbal relaxing incision (LRI) dan lain-lain.Tindakan pembedahan tersebut dilakukan oleh staf subspesialis kornea, katarak,
dan bedah refraktif yang ahli di bidangnya dengan menggunakan teknologi terdepan.

Tindakan Medis yang tersedia

  • Operasi katarak dengan teknik manual dan fakoemulsifikasi (menggunakan Alcon infinity system dan AMO signature)
  • Pterigiumplasty dengan conjungtival limbal graft
  • Corneal tattoage
  • Phakic IOL surgery
  • Keratoplasty optik
  • IOL secondary implantation
  • Lasik refractive surgery
  • Nd:YAGlaser kapsulotomy

 

 

RSCM Kirana - Kelompok Staf medis Kesehatan Mata FKUI

Jl. Kimia No.8 Jakarta Pusat
Telp : (021) 31902885 ext 8104 / 8110
Fax : (021) 3923618
E-mail :
mata.fkui@gmail.com
Website : http://www.mata-fkui-rscm.org


Dr. dr. Andi Arus Victor, SpM (K)
Kepala Kelompok Staf medis Kesehatan Mata/RSCM Kirana
Lihat Profil >>
 
dr. Mutmainah, SpM (K)
Koordinator Administrasi Umum & SDM Kelompok Staf medis Kesehatan Mata/RSCM Kirana
Lihat Profil >>
 
dr. Umar Mardianto, SpM (K)
Koordinator Pelayanan Masyarakat Kelompok Staf medis Kesehatan Mata/RSCM Kirana
Lihat Profil >>
 
dr. Made Susiyanti, Sp.M (K)
Koordinator Pengembangan & Pemasaran Kelompok Staf medis Kesehatan Mata/RSCM Kirana
Lihat Profil >>
 
Lia Mardiah, SE
Koordinator Keuangan Kelompok Staf medis Kesehatan Mata/RSCM Kirana
 

Vitreo Retina
1. Dr. dr. Andi Arus Victor, Sp.M (K) 
2. dr. Anggun Rama Yudantha, Sp.M (K) 
3. dr. Ari Djatikusumo, Sp.M (K) 
4. Dr. dr. Gitalisa Andayani, Sp.M (K) 
5. dr. Mario M Hutapea, Sp.M (K) 

Strabismus
1. dr. Anna Puspitasari Bani, Sp.M (K) 

Glaukoma
1. dr. Ardiella Yunard, Sp.M (K)
2. dr. Astrianda Nadya Suryono, Sp.M (K) 
3. Dr. dr. Virna Dwi Oktariana, Sp.M (K) 
4. Prof. Dr.dr. Widya Artini, Sp.M (K) 
5. Dr. Yulinda Arty Laksmita, Sp.M 

Kornea dan Bedah Refraktif
1. dr. Faraby Martha, Sp.M (K)
2. dr. Jessica Zarwan, Sp.M (K)
3. dr. Syska Widyawati, Sp.M (K) 
4. dr. Rio Rhendy, Sp.M

Infeksi dan Imunologi
1. Dr. dr. Lukman Edwar, Sp.M (K) 
2. Dr. dr. Made Susiyanti, Sp.M (K) 
3. Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul,Sp.M (K) 
4. dr. Rina La Distia Nora, Sp.M (K), PhD
5. dr. Yulia Aziza, Sp.M (K)

Plastik Rekonstruksi Mata
1. dr. Yunia Irawati, Sp.M (K) 
2. dr. Hisar Daniel, Sp.M

Refraksi
1. Dr. dr. Tri Rahayu, Sp.M (K) 
2. dr. Umar Mardianto, Sp.M (K) 

Oftalmologi Komunitas
1. dr. Yeni Dwi Lestari, Sp.M (K) 

Neuro Oftalmologi
1. dr. Syntia Nusanti, Sp.M (K) 
2. dr. M. Sidik, Sp.M (K) 
3. dr. Salmarezka Dewiputri, Sp.M (K)


Share :         

Copyrights 2017 All Rights Reserved by RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.