TRANSPLANTASI GINJAL 01.jpg

Sekilas

 

Transplantasi organ adalah suatu upaya memindahkan sebuah organ dari satu tubuh yang dikenal sebagai donor ke tubuh lain yang mengalami kerusakan organ yang dikenal sebagai resipien. Pada transplantasi ginjal, ginjal yang masih dalam kondisi baik dari donor dimasukkan ke dalam tubuh resipien yang menderita gagal ginjal. Terapi transplantasi ginjal ini adalah salah satu dari beberapa pilihan terapi pengganti ginjal (renal replacement therapy) yang diindikasikan bagi penderita gagal ginjal. Dibandingkan dengan pilihan terapi pengganti ginjal lain seperti cuci darah/hemodialisis, transplantasi ginjal lebih baik dalam hal memberikan keamanan, kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup. Hasil baik dari tindakan transplantasi juga terus meningkat seiring dengan perkembangan obat-obatan, teknik operasi yang lebih baik, dukungan teknologi yang berkembang serta penelitian-penelitian yang mutakhir. 

 

Tercatat sekitar 900 tindakan transplantasi ginjal baik pada dewasa maupun anak sudah dilakukan oleh Tim Transplantasi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo dalam 20 tahun terakhir. Jumlah tindakan transplantasi ginjal di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo tersebut merupakan 80% dari keseluruhan tindakan transplantasi ginjal di Indonesia, sehingga menjadikan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo sebagai Pusat Transplantasi Ginjal utama di Indonesia. Tidak hanya dinilai berdasarkan pengalaman dari banyaknya kasus yang ditangani, kualitas layanan transplantasi ginjal di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo juga dapat dinilai berdasarkan keberhasilan transplantasi yang salah satunya dilihat dari indikator one year patient survival yang merupakan keselamatan suatu pasien untuk tetap hidup setelah satu tahun setelah melalui prosedur transplantasi. 

 

Jumlah transplantasi ginjal di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo selama tahun 2021-2023 sebanyak 217 operasi dan terus mengalami peningkatan dari 62 operasi di tahun 2021, 73 operasi di tahun 2022, dan 82 operasi di tahun 2023. 

 

 


 

 

Rejection Rate

 

Rejection atau penolakan adalah komplikasi yang paling sering dialami oleh pasien setelah menerima transplantasi ginjal. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh belum terbiasa dengan organ ginjal yang baru. Akibatnya, sistem imun menganggap ginjal sebagai benda asing dan melakukan perlawanan untuk menyerang ginjal demi melindungi tubuh. 

 

Di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, rejection rate dihitung dari jumlah pasien yang mengalami rejeksi pada 3 bulan pertama setelah menjalani transplantasi ginjal. Selama tahun 2023, terdapat penurunan angka rejeksi akut pada pasien pasca transplantasi ginjal. Bahkan pada triwulan ke-4 tidak terdapat pasien yang mengalami rejeksi di 3 bulan pertama pasca transplantasi ginjal.

 

 


 

 

One Year Survival Rate

One year survival rate adalah Jumlah pasien yang masih hidup minimal 1 tahun setelah menjalani operasi transplantasi. Persentase one year survival rate pasien transplantasi ginjal di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo dalam 3 tahun terakhir sebesar 93%.

 

Bagikan ke