Sekilas
Unit Rawat Inap Terpadu Gedung A diresmikan pada tanggal 08 Mei 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Gedung 8 lantai, terdiri dari 169 kamar rawat, dan total kapasitas 645 tempat tidur menempati bangunan seluas 26.000 m2, menjadikan Gedung A sebagai Unit Rawat Inap terbesar di Indonesia.
Manajemen perubahan diterapkan di Gedung A, ditujukan untuk mencapai improvement dalam kualitas pelayanan dan penerapan patient safety untuk memenuhi patient centerness (fokus pada pelanggan) dan patient satisfaction (kepuasan pelanggan).
Prinsip dasar penataan pelayanan di Gedung A adalah memperpendek bisnis proses dengan melakukan perubahan pada sistem, budaya serta teknologi informasi dan komunikasi. Keterpaduan dalam bisnis proses Gedung A dilakukan dalam seluruh aspek pelayanan antara lain proses bisnis di bidang manajemen keuangan, pelayanan rekam medis, pelayanan farmasi, pelayanan gizi, pelayanan housekeeping serta teknologi informasi dan sistem informasi manajemen.
Bisnis proses pelayanan Gedung A terdiri dari bisnis proses inti pelayanan pasien mulai penerimaan pasien masuk, perawatan medis dan keperawatan pasien serta proses financial safety. Proses pelayanan rawat ini tidak terlepas dari proses pendidikan baik peserta didik kedokteran, keperawatan dan non medis.
Dalam melakukan proses pelayanan inti, Gedung A mendapatkan dukungan dari unit penunjang proses pelayanan baik unit penunjang internal dengan fungsi kontrol proses manajemen mutu oleh top manajemen serta unit eksternal sebagai penunjang proses diantaranya Departemen Medik.
Dalam rangka memastikan semua proses pelayanan berjalan dengan baik, maka manajemen Gedung A melakukan proses audit mutu secara internal dan eksternal senantiasa diupayakan. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO baik ISO 9001 : 2008 maupun ISO 9001 : 2015 sejak tahun 2009. Serta keterlibatan dalam pencapaian akreditasi Internasional JCI di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Komunikasi, teladan dan tindakan aktif telah menjadi budaya yang diterapkan manajemen dan tim sehingga proses continues improvement tetap berjalan dalam pelayanan.
“Kami merupakan unit yang cukup kompleks karena selain melaksanakan pelayanan rawat inap kelas III, II, dan I, juga pelayanan rawat inap kelas khusus (VIP dan VVIP), juga merupakan lahan pendidikan bagi ilmu kedokteran, keperawatan dan keahlian lain serta penelitian yang dikelola secara terpadu”
Gedung A juga memiliki berbagai layanan unggulan yang didukung oleh tenaga medis, perawat dan petugas kesehatan lain yang telah tersertifikasi dengan kompetensi khusus. Unit Layanan unggulan yang dimiliki Gedung A adalah : Perawatan pasien transplantasi ginjal dan hati, Ruang Rawat khusus Stroke (Stroke Unit), Ruang Rawat Isolasi Airborned Diseases, Ruang Isolasi Imunitas Menurun (RIIM), Ruang Observasi Gangguan Tidur (Polisomnografi/ PSG) serta layanan Aferesis.
Informasi fasilitas kamar Inap dapat klik disini>
Waktu Kunjungan Pasien dan Penunggu Pasien
Demi kenyamanan pasien, waktu kunjungan pasien dibatasi yaitu siang hari pukul 11.00 s/d 13.00 WIB (hanya pada hari libur) dan sore pukul 17.30 s/d 19.00 WIB (setiap hari).
Bagi pasien dalam kategori dependent (ketergantungan penuh) dapat ditunggu maksimal 1 orang dan diberikan kartu tunggu bagi keluarga pasien.
Pelayanan Aferesis dan Ruang Rawat Isolasi Menurun (RIIM)
Pelayanan Aferesis (Tromboferesis, Leukoferesis dan Plasmaferesis) yang berlokasi di lantai 8 Gedung A ini dilayani oleh perawat dengan kompetensi khusus dan dalam supervisi dokter Ilmu penyakit Dalam (IPD) Spesialis Hematoonkologi Medik (HOM) dengan standarisasi pelayanan terkini.
Pengembangan pelayanan bagi keselamatan pasien HOM dengan risiko imunitas menurun juga disediakan disini yaitu Ruang Rawat Isolasi Imunitas Menurun (RIIM). Standarisasi ruangan baik persyaratan bertekanan positif, tata udara serta implementasi alur pelayanan yang menjamin perawatan pasien diupayakan dengan optimal dan dibangun dengan supervisi dari lembaga tersertifikasi terkait tata udara dari Singapura.
Pelayanan di bidang Neuroscience (Gangguan Tidur dan Ruang Rawat Stroke)
Pelayanan gangguan tidur sebagai salah satu pelayanan neuroscince, salah satunya adalah Pelayanan PSG dibangun untuk memberikan pelayanan paripurna pada pasien-pasien dengan gangguan tidur dan bangkitan epileptik atau diduga bangkitan epileptik. Berlokasi di lantai 5 Gedung A, layanan ini dilakukan oleh perawat yang terlatih dan dalam supervisi dokter spesialis dengan kompetensi khusus.
Layanan Gangguan Tidur Terpadu diprakarsai oleh sebuah tim yang terdiri dari beberapa dokter spesialis dari beberapa departemen medik yaitu Departemen Neurologi, Departemen THT, Departemen Ilmu Penyakit Dalam (Divisi Pulmonologi), Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Departemen Psikiatri dan Departemen Anestesi.
Perawatan pasien stroke juga merupakan bagian penting dari pelayanan di bidang neuroscience mengingat stroke masih menempati peringkat pertama sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian di Indonesia dan peringkat ketiga penyebab kecacatan di dunia. Diharapkan dengan adanya pelayanan perawatan khusus stroke maka tingkat harapan hidup serta pengendalian risiko kecacatan dapat ditingkatkan.
Ruang rawat stroke disiapkan dengan standar khusus bagi pasien stroke sehingga perawatan dan rehabilitasi pasien dapat dikerjakan secara terpadu seperti tempat tidur khusus pasien stroke, penyiapan pararel bar di kamar pasien, kamar mandi yang aman untuk pasien stroke dan kursi roda khusus pasien stroke.
Pelayanan Transplantasi Organ
Ruang rawat transplantasi organ adalah ruang rawat yang didesain khusus untuk pasien yang menjalani transplantasi organ dengan standar fasilitas yang ditetapkan rumah sakit. Transplantasi organ yang dilayani yaitu transplantasi ginjal dan transplantasi hati.
Ruang Isolasi Tuberkulosis
Ruang Isolasi di Gedung A dibagi menjadi 2 area yaitu ruang isolasi untuk Tuberkulosis Sensitif Obat (TB SO) dan ruang Isolasi untuk Tuberkulosis Resisten Obat/ multi Drug Resisten TB (TB RO/MDR TB).
Ruang isolasi Airborned Disease TB SO yaitu ruangan tidak bertekanan negative (natural flow) dengan pengaturan tata udara yang aman bagi pasien dan petugas.
Ruang Isolasi Airborned Disease TB RO yaitu ruangan bertekanan negative (natural flow) dengan pengaturan tata udara yang aman bagi pasien dan petugas.




