Masalah kulit dan penggunaan skin care pada ibu hamil: apa yang perlu diperhatikan
Dr. dr. Hanny Nilasari, SpDVE, SubspVen
KSM Dermatologi dan Venereologi
Berbagai perubahan terjadi pada ibu hamil, misalnya perubahan hormonal yang akan membawa perubahan pada kondisi metabolik, imunologis hingga terjadi perubahan pada tampilan kulit kita. Perubahan pada kulit ibu hamil dapat digolongkan menjadi perubahan yang alamiah/ fisiologis, tetapi juga dapat menyebabkan perubahan patologis dan menyebabkan penyakit. Perubahan struktur kulit dapat juga terjadi pada ibu hamil, seperti contoh yang sering dialami adalah strech mark, perubahan pigmentasi seperti munculnya warna lebih gelap di beberapa bagian kulit terutama kulit wajah yang sering kita kenal sebagai melasma.
Beberapa kelainan kulit yang sering akan kita bahas lebih dalam , misalnya:
Tujuh puluh persen ibu hamil akan mengalami melasma, yaitu bertambahnya pigmentasi kulit di sekitar wajah terutama pipi dan area hidung, akibat perubahan hormon yang memicu produksi melanin. Untuk mengurangi pigmentasi umumnya dokter akan menganjurkan penggunaan tabir surya secara teratur, menghindari pajanan sinar matahari langsung dengan pelindung fisik seperti menggunakan topi/ payung, agar wajah terlindungi dari sinar matahari. Selain di wajah, dapat pula terjadi kehitaman di area puting payudara, ketiak, dan sekitar perut dan lipat paha serta bibir kelamin yang bersifat reversibel. Jenis tabir surya yang direkomendasikan untuk wanita hamil adalah produk dengan SPF minimal 30, memiliki perlindungan spektrum luas terhadap UVA dan UVB, serta menggunakan filter mineral seperti TiO₂ dan ZnO. Apabila diperlukan, tabir surya dapat dipadukan dengan filter organik aman yang memiliki profil toksikologi yang baik untuk meningkatkan kenyamanan pemakaian. Produk sebaiknya juga tidak mengandung bahan aktif yang berisiko tinggi diserap oleh kulit.
Striae Gravidarum/ Strech mark atau gurat berwarna ungu kemerahan pada kulit yang mengalami regangan berlebihan akibat perubahan BB yang mendadak pada ibu hamil misalnya di area perut, paha, bokong serta payudara. Untuk menghindari memberatnya kondisi ini, dokter akan menganjurkan penggunaan pelembab yang berbahan dasar minyak agar kelembaban kulit dan regangan nya tidak terlalu berlebihan.
Jerawat, perubahan hormon dapat meningkatkan produksi kelenjar minyak/sebacea, sehingga ibu hamil lebih mudah mengalami jerawat. Membersihkan wajah dengan sabun ringan setelah beraktivitas dapat mengurangi beratnya jerawat yang muncul. Kadang-kadang diperlukan krim khusus jerawat yang mengandung benzoil peroxide, asam azelaic, atau asam salisilat dan asam glikolat, yang aman untuk ibu hamil.
Varises terlihat sebagai pembukuh darah berwarna biru yang melebar, umumnya terlihat pada tungkai dan kaki. Umumnya dialami oleh ibu hamil di triwulan ke tiga, dan ibu akan diminta untuk mengurangi aktivitas berdiri atau duduk yang terlalu lama.
Kejadian kelainan kulit yang spesifik dan berhubungan dengan riwayat penyakit kulit sebelumnya: kulit yang mudah gatal dan mengalami peradangan dapat berupa bercak, bentol, lenting atau bintil, yang awalnya sedikit dan makin lama makin menyebar ke seluruh bagian tubuh. Kelainan ini perlu penanganan medis khusus, sehingga bila ibu hamil mengalami kelainan kulit yang luas dan berat, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter agar dapat di tentukan penyakit dan mendapatkan pengobatan yang tepat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ibu hamil dalam menjaga kesehatan kulitnya:
Mandi dengan air dingin/ hangat suam kuku, dengan sabun yang lembut, dengan handuk lembut dan bersih
Ibu dianjurkan menggunakan pakaian yang nyaman digunakan, berbahan katun, dan tidak ketat, sehingga dapat mengurangi gesekan, iritasi dan mencegah terjadinya infeksi
Konsumsi makanan yang seimbang, termasuk memperhatikan asupan vitamin, mineral, dan asupan air yang cukup. Sehingga nutrisi serta kelembaban kulit dapat selalu terjaga. Kulit yang kering mudah mencetuskan peradangan dan pruritus/ gatal.
Hindari stres dan istirahat yang cukup, kondisi stres dapat memperburuk kondisi peradangan yang terjadi di kulit.
Memastikan semua produk terutama krim/pelembab yang digunakan sehari-hari aman dan selalu memperhatikan isi komponen produk perawatan kulit agar terhindar dari bahan kimia yang berbahaya.
Gunakan selalu pelembab, untuk menjaga kelembaban kulit, dan memastikan kulit selalu bersih agar terhindar dari kemungkinan infeksi
Perawatan kuku dan kebersihan rambut juga sangat perlu diperhatikan.
Selalu menjaga kebersihan, kelembaban dan mengidentifikasi kelainan kulit merupakan hal penting bagi ibu hamil, termasuk mengunjungi dokter bila kelainan kulit memberat.

Striae gravidarum

Chloasma gravidarum

Linea Nigra
Referensi ;
Wiznia LE, Pomeranz MK. Skin changes and diseases in pregnancy. Dalam: Kang S, Amagai M, Bruckner AL, Enk AH, Margolis DJ, McMichael AJ, et al., penyunting. Fitzpatrick’s dermatology. Edisi ke-9. New York: McGraw-Hill; 2019. p.1765-7
Lim HW, Piquero-Casals J, Schalka S, Leone G, Trullas C, Brown A, dkk. Photoprotection in pregnancy: Addressing safety concerns and optimizing skin health. Front Med. 2025;12:1563369.





